6 tips merawat furnitur jati

Apakah Anda penggemar furnitur jati?
Tentunya Anda ingin furnitur jati favorit Anda terpelihara dengan baik?

Ternyata, Anda tidak hanya memiliki masalah yang sama untuk membeli furnitur Jepara, menghabiskan sedikit uang, memiliki furnitur Jepara, karena Anda selalu memiliki barang antik yang lebih mahal, sehingga Anda harus dirawat dengan baik. Kecantikan dipertahankan dan bahkan dapat bertahan hingga generasi terakhir. diwariskan ke generasi. Sebenarnya, cara merawat furnitur itu sulit, dan niat untuk membersihkan furnitur sebenarnya akan berbahaya jika kita melakukannya dengan tidak benar. Perawatan yang tidak tepat biasanya menghasilkan cetakan.

Sebelum penemuan teknologi kelongsong kayu, orang Jawa menggunakan bubur kelapa untuk membersihkan atau memoles furnitur jati mereka, sehingga keindahan warna serat kayu mereka tampak cemerlang dan sulit diubah. . Sayangnya, ampas kelapa ini sering menyebabkan jamur di permukaan kayu. Selain itu, orang Jawa juga menggunakan lilin lebah untuk melindungi jati dari penyerapan air, sehingga tidak mudah terkena cuaca, tetap kuat dan tahan lama.

Namun, setelah penemuan teknologi pelapisan, pekerja kayu sekarang menggunakan karet Serlak, Plitur Serlak, Melamine, North Carolina dan, akhirnya, teknologi bahan finishing kayu yang lebih aman untuk pelapis kayu. Air semakin banyak digunakan untuk melindungi dan meningkatkan keindahan furnitur jati. . Namun, pemeliharaan rutin adalah mutlak harus untuk memastikan bahwa kualitas furnitur di Jepara tetap terjaga dan masih bernilai tinggi.

Berikut adalah beberapa tips untuk perawatan permanen furnitur Anda / mebel jati Jepara:

  1. Tempatkan furnitur Anda di tempat yang bersih dan kering dengan suhu normal. Kelembaban yang tinggi dapat mempercepat proses oksidasi kayu, yang dapat menyebabkan serangan jamur dan merupakan kondisi yang ideal untuk perbanyakan rayap atau serangga kayu lainnya. Selain itu, cobalah memaparkan furnitur ke sinar matahari langsung atau sumber panas lainnya karena dapat membuat furnitur Anda terlihat kusam, retak, atau bahkan bengkok.
  2. Pastikan permukaan furnitur Anda selalu bersih dan higienis. Dengan membersihkan debu dan kotoran secara teratur, Anda dapat menggunakan kain, kain lap, atau bahan pembersih lainnya. Bersihkan di antara ukiran atau sudut furnitur jati atau furnitur jati dengan sikat lembut kecil. Debu dan jamur sering bersarang di tempat-tempat ini. Sikat kecil menyapu sudut-sudut yang sulit dijangkau dengan waslap. Sikat sikat dengan hati-hati sampai bersih. Jika Anda ingin menggunakan plester (cairan pembersih khusus furnitur), semprotkan pada permukaan furnitur sesuai kebutuhan dan pastikan permukaan dibersihkan dengan kain bola dan dibiarkan kering.
  3. Gunakan air bersih dan deterjen untuk menghilangkan kotoran dan lem yang membandel. Jangan gunakan pembersih furnitur (pembersih furnitur) yang mengandung pelarut seperti metanol, toluena, aseton, dll. Bahan kimia semacam itu dapat dengan mudah dibersihkan, tetapi dapat merusak lapisan atas.
  4. Jika Anda menyukai warna furnitur jati dengan warna jati alami, Anda bisa memolesnya dengan minyak jati. Namun, ketika furnitur diletakkan di luar atau di luar, permukaan atau lapisan umumnya menghilang. Anda bisa memperbaikinya setiap 2-3 tahun untuk membuatnya lebih cantik.
  5. Manipulasi apa pun juga harus dilakukan dengan hati-hati. Misalnya, cara memindahkan kursi lama harus diangkat dari bagian rak dan tidak digerakkan atau hanya dipegang di lengan atau punggung. Karena kita tidak akan pernah tahu jika koneksi kursi tidak sekuat sebelumnya.
  6. Perhatikan baik-baik permukaan furnitur, hindari goresan, noda atau bahkan warna keruh, misalnya dengan selalu menggunakan taplak meja di permukaan meja atau kursi dan sofa busa. Taplak meja dapat meminimalkan risiko kerusakan yang lambat pada furnitur Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *